NLP di saat proses belajar mengajar

Saat penulis berpikir bagaimana mengaplikasikan insight NLP terhadap dunia pendidikan. Penulis coba mengaplikasikannya dalam skala mikro yaitu dalam kelas, tujuan utamanya adalah merubah pola bahasa dan mengubah cara pandang siswa terhadap proses interaksi kelas. Hal lainnnya adalah membuat mereka menyadari bahwa setiap perilaku bisa diberdayakan sesuai konteks dan konten.

Percobaan pertama saya adalah membangkitkan rasa memiliki dalam proses belajar. Siswa diminta untuk memilih perilaku apa yang ingin mereka lakukan di kelas. Saat memulai proses saya ajak mereka berdiskusi tentang perbedaan murid pintar dan murid bodoh, murid baik dan murid nakal dan perilaku lain, dalam NLP kita mengenalnya chunking, setelah mereka mendefinisikan kedua perilaku tersebut. Saya lemparkan pertanyaan kedua tentang hidup adalah pilihan, lalu mereka menjawab benar dan saya bertanya lagi apakah perilaku murid baik bisa di pilih dan mereka menjawab setuju. Lalu saya lemparkan kalimat perintah “nah” sekarang saya minta kamu memilih untuk menjadi murid baik”! dan saya minta mereka kembali untuk mengulang definisi tentang pilihan yang mereka buat.

Teknik di atas penulis pikir cukup efektif agar proses belajar lebih konsentrasi dan kelas manajemen baika. Dari buku yang saya baca tentang behavioural management, mengapa perilaku dikelas perlu  di lakukan diantaranya adalah:

  1. Untuk menciptakan iklim belajar yang berkembang
  2. Untuk melindungi dan menghargai proses belajar.
  3. Untuk membuat keyakinan pada siswa bahwa mereka bisa sukses
  4. Untuk mengerjakan siswa bagaimana bersikan secara sosial dan pilihan yang bisa diterima saat belajar.

Saat memahami konsep manajemen perilaku tujuan utama selain mempola aktivitas dikelas. Penulis juga memberikan pendekatan-pendekatan positif saat menggunakan NLP dalam segala mikro, yaitu.

  1. Mengajarkan siswa bagaimana berinterkasi secara sosial dikelas dan berperilaku saat proses belajar dan disaat bersamaan guru menjaga harga diri dan citra diri siswa.
  2. Kata kunci pendekatan positif
  • Kata-kata positif atau pilihan kata positif
  • Secara aktif menciptakan suasana bangga dan penghargaan
  • Mengajarkan siswa keterampilan sosial untuk sukses
  • Mengajarkan siswa menuju sukses daripada mencari kesalahan.

Metode ini cukup sederhana, tetapi dampaknya ke siswa cukup besar karena membuat mereka terbiasa memilih sikap yang dapat mendukung terjadinya suasana kondusif di kelas.

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *