AHA Moment

AHA Moment

aha-moment1Bahasa kerennya AHA moment karena saat Pengalaman dan Pengetahuan bertemu….menjadi Pemahaman baru.

Semenjak berkenalan dengan dunia NLP saya banyak menemukan istulah-istilah baru dalam dunia pemberdayaan diri. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan para ahli bahwa mempelajari NLP seperti menemukan harta karun kata yang sesuai dengan konsep linguitic tersebut.

Menurut John Grinder sendiri awal mula bahasa adalah karena manusia mengistilahkan sebuah aktifitas menjadi kata-kata misalnya, ketika sedang minum air dan manusia berkata ‘saya minum air” lalu menginformasikan kepada oranglain perihal yang dilakukannya.

Kembali ke awal mengenai konsep kata di NLP dan kaitannya dengan dunia pendidikan seorang maestro pemberdayaan diri Putu Yudiantara berasal dari Bali pernah bertanya kepada saya ketika sedang mempelajari NLP di workshopnya. “Kapan anda merasa nyaman ketika belajar?, posisi seperti apa yang membuat mood anda enak untuk belajar dan bagaimana menciptakan moment yang nyaman untuk belajar dimana informasi dapat tercerna dengan baik ke otak”? atau beliau menyebutnya “AHA Moment”.

Seandainya seorang guru dapat menciptakan AHA moment dalam proses belajar anak pastilah proses belajar mengajar di kelas akan sangat efektif. Tapi bagaimana menciptakan AHA moment tersebut? Itu pertanyaannya.

Beruntung sekali penulis mengajar pendidikan jasmani jadi kondisi siswa sudah siap untuk belajar dan sesungguhnya saat berolahraga siswa lebih banyak mengambil suatu konsep dengan bermain dan bergerak sehingga insightnya mereka yang menyimpulkan sendiri. Saat siswa berolahraga terjadi keseimbangan fungsi otak antara kiri dan kanan. Hal inilah sebenarnya menurut penulis merupakan AHA moment. Lalu bagaimana kalau di kelas?

Selain mengajar olahraga penulis juga pernah mengajar pelajaran bahasa Inggris di lembaga kurus bahasa, hal ini pun sama siswa sudah di setting untuk belajar dan mereka tau kenapa harus belajar bahasa sehingga sudah termotivasi dan tantangannya adalah menjaga mood mereka untuk belajar. Nah ketemu sekarang untuk mendapatkan AHA moment diantaranya adalah mensetting internal siswa untuk belajar dan menjaga mood ketika belajar atau menjaga state siswa.

Selain itu AHA moment juga dapat dipengaruhi oleh kondisi external siswa seperti, tempat duduk, warna tembok ruang kelas, teman sebaya, kondisi guru. Dll. Selanjutnya guru sebaiknya mempunyai teknik membuat suasan kelas jadi aktif terkontrol seperti Ice breaking, cerita, tebak-tebakan atau apapun yang bisa membuat siswa kembali moodnya untuk belajar.

AHA moment pada siswa dapat disetting oleh guru bekerjasama dengan siswa yaitu dengan membuat anchor bersama. Proses pembuatan anchor disebut juga spatial anchor dimana siswa memilih area belajar yang menurut mereka nyaman dan guru memutuskan empat tersebut. Konsep ini bisa dirubah sesuai kesepakatan kelas seperti, mau belajar dimana sekarang? Atau mau apa sebelum belajar? Dll.

Hanya untuk sekedar pengayaan guru pun sebaiknya mengetahui tentang mikroexpresi, body langguage dan eye accesing. Hal ini bertujuan untuk membuat guru mengetahui apakah siswa sedang dalam kondisi AHA moment atau tidak, sebab mood yang nyaman ketika belajar dapat terlihat dari ketiga komponen diatas.

Sekian tentang AHA moment semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *