Mengenal “Yes Sets” dalam pola komunikasi

Dalam dunia pendidikan setiap guru mempunyai rasa sendiri dalam mengajar, sentuhan dan dalam mengajar. NLP mengajarkan saya mempola suatu pendekatan saat mengajar dan memberikan informasi dan mengelola perilaku anak yang di kenal “Yes Sets”, awalnya saya tidak yakin bawa pola ini mumpuni ketika saya pergunakan ketika di kelas ternyata ampuh dan menjadi strategi untuk saya.

Konsep yes sets adalah mendapatkan persetujuan dari lawan bicara dalam hal ini murid, seorang guru sebaiknya dapat menggunakan bahasa yang menembus critical area seorang murid bahasa kerennya adalah meng-off kan critical faktor tersebut dan masuk ke alam bawah sadarnya. Sehingga alam bawah sadar menerima informasi yang masuk dan menyetujui pernyataan-pernyataan anda sebagi guru, masih ingat teknik menembus alam bawah sadar, gunakan teknik tersebut. Yang perlu di ingat bahwa critical faktor adalah penjaga atau jembatan yang fungsinya memfilter atau bahkan menganalisis bagaimana informasi masuk ke otak, informasi yang ada akan di pilah sesuai dengan kebutuhan atau perubahan hidupnya. Begini tahapan atau tekniknya :
1. “Going First” Jadilah yang pertama
Maksud disini adalah dengan menjadi pertama dalam persetujuan saat berbicara dengan orang lain.
Studi membuktikan bahwa ketika seseorang sedang berhadapan ada satu jaringan dalam otak yang bernama Mirror Neuron yang yang menyatakan bahwa seseorang akan mengalami suaatu kesamaan dengan orang yang di hadapinya. Mirror neuron berfungsi meng-copy suatu perilaku dari orang lain agar saat berbicara ada level yang sama sehingga sampai ketika berkomunikasi secara verbal terdapat kesamaan yang sama. Contohnya begini, ketika kita dalam kondisi yang galau, tiba-tiba ada anak kecil yang lucu dan tersenyum seketika itu juga otak kita akan tersenyum.
Maka dari itu agar mendapatkan persetujuan atau kata “ya’ dari orang lain” kita sebaiknya memulai dahulu tentang persetujuan tersebut.
Maksudnya ketika membuka diri terhadapa seseorang, bersahabat dan mau menerima seseorang apa adanya coba rasakan efeknya seketika itu mereka yang akan berbicang sama kita juga akan merasakan rasa nyaman.
Hal ini saya gunakan ketika akan memulai mengajar, saat membuka kelas saya buat siswa senyaman mungkin berinteraksi dengan saya, saya menerima keadaan mereka sebagai seorang murid dan tentu juga menerima keadaan saya sebagai seorang guru. Setiap kali murid mengajak berinteraksi saya akan memperlihatkan sikap menerima terhadap statement yang mereka buat. Sampai mereka menyadari bahwa saya mendengar cerita mereka lalu saya masukan statement saya. Nah ini adalah step pertama tentang “yes sets” menerima seseorang saat berbicara dengan kita.

2. Plausibilty – Masuk Akal
Teknik yang ke dua adalah memberikan statement yang masuk akal saat memulai pembicaraan, faktual dan bisa diterima oleh critical area bahwa statement tersebut adalah informasi.
Berikan statement yang menandakan bahwa anda bersama orang tersebut saat dalam topik pembicaraan dukung
3. Piggy Back Principle
Menguatkan suatu statement yang telah di buat dengan complement
4. Yes Set
Teknik ini awalnya membuat saya kesulitan diawal penggunaannya dan ketika mencari refferensi akhirnya bagaimana efektifitasnya. metode ini untuk menjaga mood seseorang bahkan ketika saya mengajar metode ini sangat efektif. Langkah pertama adalah menyiapkan fakta tentang suatu kondisi atau kejadian. lalu buat lagi statement tentang fakta kedua yang secara umum setiap orang pasti menyatakan jawaban “ya”, bahkan dalam tekniknya sendiri kita harus menyapkan kita fakta yang berhubungan atau tidak berhubungan dengan apa yang ingin kita lakukan terhadap seserorang dan hal yang terakhir yang disebut embeded command , bahasa kerennya perintah terseleubung atau pernyataan yang mengarahkan seseorang untuk membuat perilaku tertentu. Saya beberapa kali menggunakan ini pada saat saya mengajar dan manfaatnya sangat efektif, sebagi ilustrasi saya menggunakan pada duasubject yang saya ajarkan.
Olahraga : ” Selamat pagi anak-anak semuanya bapak yakin sehat ya, karena hari ini adalah hari kamis, dimana energi dipagi hari selalu baik untuk kesehatan dan pikiran maka dari itu saat kita berolahraga nanti kamu semua akan fokus dan mengikutinya dengan baik”.
Bahasa Inggris : “Good morning everyone, today is a Wednesday, i know some of you are ready to learn English and use it everyday in conversation or reading, so today you will encourage yourself everyday to practice more and you will be more interest to practice it now and with me”.
Yes sets secara sederhana adalah agar client dalam dunia terapis dan siswa dalam dunia pendidikan menjawab statement yang di buat guru dengan “Ya”, setelah tiga fakta/statement lalu dimasukan statement yang membuat siswa mengikuti arahan dari guru.
Belum lama saya membaca salah satu contoh teknik yang di gunakan oleh Roger Tery dalam bukunya NLP For Teacher kurang lebih terjemahannya seperti ini:
Sekarang sudah jam 10, kita telah menyelesaikan bagian pertama, kita masih ada waktu 30 menit tersisa dan sekarang saat yang baik untuk membahasnya dengan pertanyaan, kan?..bisa kan?..boleh ya…tambahakan di belakang dengan “kan” atau “ya”.
Yes sets bisa dipelajari di internet, setelah mengetahui konsepnya dan berlatih untuk terbiasa menggunakan ini maka anda akan menjadi guru yang bisa memotivasi siswa.

contoh lain dari penggunaan yes sets adalah yang dilakukan oleh terle marekting ketika menelpon calon nasabahnya. contoh : “Hallo selamat siang…ini bapak Yusdi ya?……..Bapak Yusdi bekerja di perusahaan ABCD ya?………Bapak Yusdi lahir tanggal sekian-sekian ya?”………….ketika otak kita lengah penelpon akan menginformasikan sesuatu dan mungkin menawarkan produknya.

penggunaan yes sets cukup baik dalam tahap persuasi dan negoisasi. polanya adalah membuat seseorang mengatakan ya.

Semoga bermanfaat!

Yusdi Lastutiyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *