HEBATNYA JEDA SENGAJA ATU TIDAK DISENGAJA

Suatu sabtu beberapa bulan yang lalu setelah mendampingi murid mengikuti pertandingan sepakbola kami selesai jam 11.30 siang. Setelah selesai pulang kami pulang masing-masing, saat itu perut saya lapar tidak karuan dan ingin makan siang. Ketika itu saya niatkan untuk makan gado-gado.

Sepanjang perjalanan saya menengok kanan dan kiri untuk mencari penjual gado-gado. Hampir setengah perjalanan saya belum menemukan juga. Karena perut sudah berteriak untuk makan, akhirnya saya putuskan untuk mengganti yang lain, setelah jarak beberapa meter ada penjual ketoprak. Dalam hati. Tidak apa-apa lah mirip-mirip dan saya ikhlas untuk makan ketoprak.

Lalu saya pun mengehentikan motor dan memarkirkannya deket tukang ketoprak untuk pesan. Rupanya seketika itu terjadi JEDA di pikiran saya dan tidak memikirkan gado-gado. Entah kenapa kepala saya ingin melihat ke seberang jalan… dan ternyata ada tulisan kecil di depan sebuah gang yang bertuliskan ‘Jual Gado-Gado – 10 meter dengan tanda panah ke dalam gang’,…tanpa basa-basi saya langsung naik motor saya dan melaju ke gang tersebut…(untuk belum pesan ketoprak).

Dan selanjutnya rencana saya makan gado-gado berhasil.

Cerita di atas sama halnya ketika kita memiliki niat dan rencana, lalu kita berusaha mengejarnya dengan melakukan terbaik, namun hasilnya belum terlihat atau belum maksimal..itu karena kita terlalu mengiginkannya….nah, saat usaha sudah maksimal sebaiknya kita melakukan jeda di pikiran, break state atau mengalihkan ke hal lain lalu menyerahkan kepada Tuhan……saat jeda itulah ada proses yang akan mewujudkan mimpi kita…selain itu ternyata jeda juga melatih kesabaran.

So, do the best and let Allah do the rest.

#SelfReminder

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *