15 ALASAN MENGAPA GURU HARUS BELAJAR COACHING*

By : Yusdi Lastutiyanto (The Teacher Counsellor)

Dulu istilah coaching hanya dikenal dalam dunia olahraga, dimana seorang pelatih memandu atlit untuk mengembangkan keterampilan motoriknya, mental bertanding, program latihan dan nutrisi agar atlit berada dalam performa terbaik.

Diawal tahun 90an istilah coaching digunakan oleh para konselor di perusahaan yang menjaga stabilitas mental kerja karyawan, seperti dalam membuat rencana kerja, menetapkan tujuan, berkolaborasi, feedback dan evaluasi.

Ternyata coaching dalam dunia bisniss juga merupakan keterampilan yg dibutuhkan pemimpin, karena ada saatnya seorang pegawai dapat mengeksplorasi dirinya ketika bekerja karena rangsangan dari seorang coach, ada saatnya seorang pemimpin memberikan instruksi maupun delegasi sampai diskusi untuk menggali sumber daya internal pegawai.

Menurut saya, seorang guru pun sebaiknya mempelajari teknik2 dalam coaching, selain digunakan untuk dirinya sendiri, juga dapat digunakan untuk rekan kerja, orang tua dan murid.

Berikut beberapa alasan seorang guru mengenal ilmu coaching, meskipun disadari atau tidak setiap guru sebenarnya telah melakukan coaching.

1. Dengan coaching guru dapat melakuka self coaching denga teknik GROW (Goal, Realty, Opportiny and Willing to action) atau OPAS (Objektif, Problem ‘mapping’, Alternatif dan Solution)…kedua teknik dasar ini sangat baik untuk dipahami guru.

2. Setiap guru punya permasalahan yang kompleks, mulai dari masalah pribadi, dengan murid atau orang tua, atasan bahkan rekan kerja, dengan coaching guru dilatih untuk memetakan persoalannya.

3. Dengan Coaching guru mempelajari proses internal map seseorang tentang bagaimana murid, menganalisis persoalan sampai bagaimana mereka membuat problem solving.

4. Seorang guru juga butuh support dari seorang konselor, semakin tinggi tuntutan/target suatu sekolah semakin tinggi juga tingkat stress guru, oleh karena itu perlu ada penyeimbang stabilitas mental dan motivasi guru.

5. Dengan coaching kemampuan guru dalam menyimak lebih meningkat dan dapat menggunakan bahasa persuasi atau clean language (pertanyaan menggali sumber daya internal) untuk murid, diri sendiri atau rekan kerja.

6. Dengan coaching kecerdasan intelektual, emosional maupun spiritual guru akan meningkat dan tentunya berimbas pada murid atau pekerjaan.

7. Proses coaching membuat guru dapat menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran karena antara sumber daya internal dan imajinasi terhubung.

8. Coaching memberikan feedback positif untuk guru dalam memperbaharui diri.

9. Guru baru membutuhkan mentor yang memahami situasi, kondisi dan proses kegiatan belajar disekolah oleh senior yg mengeri coaching.

10. Pekerjaan akan semakin efektif apabila sesama rekan kerja dapat saling meng-coaching (peer coaching).

11. Coaching meningkatkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal yang dapat berdampak baik terhadap budaya dan iklim organisasi.

12. Dengan dukungan program coaching disekolah dapat membantu sekolah melakukan pembaharuan terhadap program dan komponen didalamnya.

13. Coaching dapat membuat suatu sekolah tumbuh dan berkembang, karena dengan coaching berarti membuat karakter guru pembelajar.

14. Coaching membuat guru berada dalam state of mind atau performa terbaiknya sebagai seorang pendidik.

15. Coaching mengajarkan guru menggali maksud/nilai positif dari setiap perilaku dan mencari cara yg tepat dan proporsional dalam proses interaksi disekolah.

Beberapa hal di atas merupakan hal yg minimal dipahami oleh seorang pe didik, karena seorang pemimpin yg baik adalah mereka yg belajar apa itu coaching….sehingga efeknya dirasakan semua stake dan share holder sekolah.

Semoga bermanfaat.

www.yusdilastutiyanto.com

#CoachingforTeacher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *