CATATAN SEORANG HIPNOTERAPI #3

Asiknya menjadi seorang terapis adalah mempelajari bagaimana seseorang klien memandang dunianya atau cara mereka merespon pada suatu peristiwa.

Salah satu filosofi dari Ericksonian therapy bahwa terapis berperan sebagai murid dan klien sebagai guru..terapis memberikan pertanyaan2 yg menstimulasi klien menyadari kondisinya dan sikapnya terhadap peristiwa, termasuk cara klien mempertahankan suatu pemikiran dan memformulasikan alternatif solution, dengan ini terapis benar2 belajar dari klien.

CONTOH KASUS : Phobia Bicara Di Depan Umum

TEKNIK : Perceptual Position, Wisdom to Inner Child and Scaling

Klien : “Pak, saya mau berkonsultasi mengenai phobia saya”.

Terapis : ‘Silahkan, kalau boleh tau mengenai apa ya?”

Klien : ‘Ini pak, saya kalau ngomong di depan umum atau kelas selalu gemeteran dan keluar keringat dingin serta tidak percaya diri”.

Terapis : ‘ok, apa perubahan apa yg diharapkan dari kondisi ini?’

Klien : ‘saya ingin PD bicara di depan umum dan pak..padahal bulan depan saya akan presentasi tentang proposal skripsi saya diantara mahasiswa yg sedang proses skripsi”

Terapis : ‘baik, bisa ceritakan lagi sejak kapan rasa ini muncul dan telah berapa lama mempertahankan rasa ini.’

Klien : “Gini pak, saat saya SMA pernah dapat bagian mempresentasikan tugas kelompok di depan kelas oleh guru saya….saat itu saya sangat bersemangat…..lalu saat saya presentasi teman saya yang berada di depan nyeletuk, “ah, sok tah kamu’…dan itu membuat teman sekelas menertawakan saya…….saat itu saya kaget, diam dan hampir mengeluarkan air mata……..meskipun guru saya saat itu sempat mengingatkan teman saya untuk menjaga sikap……tetap saja saya tidak nyaman pada situasi tersebut dan menyerahkan presentasi pada teman yang lain”

Terapis : “berapa lama perasaan ini anda simpan?”

Klien : “Hampir 5 tahun pak!”

Terapis : “Woow….ok, anda mau bekerja sama saya untuk membuat kamu lebih PD”

Klien : “mau pak”

Terapis : (mensetting situasi seperti di depan kelas)…lalu berkata pada klien….’ok, sekarang kamu bayangkan kamu sedang di depan kelas sedang presentasi”….dan bayangkan juga bahwa saya adalah siswa yg nyeletuk didepan….bisa?….dan nanti saat kamu presentasi saya akan mengatakan ‘sok tau kamu’….dan saya mau kamu bersikap assertif atau mengatakan apa yg ingin kamu katakan saat itu…

Klien : “oke.”…(klien berpura2 sedang presentasi lalu terapis mengatakan sok tau kamu..!)…saat itu klien berkata pada saya sambil membentak ‘Wooi…maaf gue bukannya sok tau…tapi cuma menyampaikan apa yg ada di buku dan hasil kelompok kami……coba loe jelasin apa yg loe maksud dengan sok tau?….terlihat wajah klien puas dan marah”….(lalu saya sebagi terapis yg menjadi siswa menjawab ‘ oh maaf dan diam’)….klien terlihat sangat puas dan akhirnya tersenyum.

Terapis : “ok, bagaimana, apa anda sudah lebih tenang sekarang dan melupakan situasi ini”

Klien : “sudah pak”

Terapis : “sekarang saya mau kamu…berpura-pura jadi teman kamu yang nyeletuk dan saya menjadi kamu yg presentasi…..kira2 mengapa dia mengatakan kamu sok tau, ok”..(saya presentasi dan di nyeletuk ‘ sok tau kamu”)…”saya pun bertanya, kira2 mengapa di berkata sok tau”.

Klien : d”ia sebenarnya hanya bercanda….karena agar suasana kelas tidak kaku…..maka dia mengatakan sok tau itu….sekarang saya paham rupanya saat itu saya sangat serius….hahahahaha”….(klien tertawa)

Terapis : “Kereen…apa anda sudah lega sekarang?”

Klien : “belum sih”….(dari wajahnya masih terlihat belum puas)

Terapis : “tapi anda sudan memaafkan dan melupakan teman anda kan?”

Klien : “sudah sih”

Terapis : “Oke kita coba cara lain ya agar kamu lebih puas”

Klien : “baik”

Terapis : “ok…saya mau nanti kamu jadi orang dewasa bijak yg datang ke saat usia kamu SMA tersebut…..sesaat setelah kejadian presentasi berlangsung…dan mengatakan pada diri kamu saat SMA untuk bersikap biasa saja dan mengatakan bahwa ini pembelajaran untuk membuat kamu lebih dewasa”

Klien : “Siap”

Terapis : “ok, sekarang kamu pejamkan mata kamu dan relax dan sadari pernafasan kamu”…. (terapis melakukan teknik Regressi sederhana, yaitu memandu klien kembali ke masa saat presentasi)….wajah klien terlihat sedang berada di galau……lalu saya meminta klien yang dewasa untuk datang kepada klien muda dan memberikan penguatan terhadap peristiwa yang terjadi….(wajah klien terlihat cerah dan senyum)…..saat klien tersenyum itu saya memasukan sugesti…..”saat anda tersenyum sekarang….perasaan anda semakin lega…semakin percaya diri…dan menerima serta memaafkan semua kejadian yang terjadi……semakin dewasa, semakin memahami diri…….rasakan perasaan percaya diri anda meningkat saat ini……bayangkan diri anda menjadi pribadi yang kuat setelan kejadian tersebut….dan katakan pada diri anda sekarang bahwa anda adalah pribadi yg baru sekarang dan mulai saat ini anda berani untuk presentasi di depan umum”…….lalu terapis memandu klien kembali ke kondisi normal…..dan membangunkan klien (mata klien terlihat merah)…..

Klien : (masih dalam kondisi menenangkan diri dan duduk)…”huft!”

Terapis : (melakukan break state atau jeda dengan mengajukan pertanyaan)…’tadi pagi sudah makan apa?….

Klien : ‘makan pake sayur asem pak’…

Terapis : ‘Asik….nanti kamu bawain makanan itu ya buat saya’…

Klien : tertawa…’hahahaha’..

Terapis : ‘sudah lega sekarang”

Klien : “Lumayan pak”

Terapis : ‘bagaimana masih mau melanjutkan latihan untuk PD bicara di depan publik”

Klien : “masih ada lagi?….mau dong pak”

Terapis : ‘ok..dalam materi meningkatkan kepercayaan diri dan publik speaking saya suka teknik ‘Scaling.”

Klien : “gimana tuch pak?”

Terapis : “ok…jika di skala kan atau di buat rating…perasaan percaya diri kamu saat melakukan publik speaking atau presentasi berapa skornya…..antara 1 s/d 10….kalau 1 rendah dan 10 luar biasa bersemagat.”

Klien : “Sekarang sih di nomer 5″

Terapis : ‘bisa perlihatkan gerakan dan suara kamu saat di nomer 5”

Klien : “Assalamualaikum Wr.wb……bla bla bla”….(klien berpura2 berpidato dan sedang publik speaking)

Terapis : “Awesome…..bisa perlihatkan jika di nomer 6″.. (klien meningkatkan suaranya dan gerakan tubuhnya semakin tegap)……..”saya tantang lagi ” coba naikkan di nomer 8″.. (klien semakin percaya diri dan suaranya semakin lantang)….”ok…pertahankan situasi ini jika anda sedang dalam situasi mau presentasi ya”….”yakinkan diri anda jika rasa percaya diri ini menjadi bagian dalam hidup anda……dan ketika mau presentasi….akses situasi ini dimana pun….ok?”

Klien : Tersenyum dan berkata ‘ siap pak….terima kasih banyak”….

Terapis : ‘Terima kasih juga ya, sudah mengizinkan saya belajar’…..

Dua bulan kemudian klien menghubungi saya dan mengatakan meningkatnya rasa percaya diri saat presentasi.

Mah penjelasan mendalam bagaimana keberhasilan dari sesi ini…?

Semoga Bermanfaat.

Minat belajar Hypnosis, Hypnotherapy dan NLP

Inbox, SMS/WA 0858 1771 8959
www.yusdilastutiyanto.com

#NaturalHypnosis #Regression #Revivivication #HypnothrapyNLP #EricksonianTherapy #Coaching #Selfemprovement #SilahkanCopyandShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *