CATATATAN SEORANG HIPNOTERAPIS #1

Saat menangani seorang klien seorang therapis disarankan menjelaskan kode etik proses therapi, salah satunya adalah :

Menjelaskan bahwa proses terapi di bawah persetujuan klien…terapis tidak pernah bisa mengatur klien…yang bisa dilakukan terapis hanyalah menghantarkan klien ke dalam kondisi trance…yaitu kondisi relax dan fokus….lalu memberikan pertanyaan dan pernyataan / sugesti terhadap klien…..dan sugesti terbaik adalah yg dibuat oleh klien…….

Hal lainnya adalah seorang terapis sebaiknya dapat membangun keakraban (Rapport Building) dengan klien, sehingga terbangun keterhubungan dengan klien….karena, rasa percaya dan yakin dari klien akan membantu proses hypnoterapi.

Dan yang juga penting untuk klien adalah….terapis akan merahasiakan data pribadi klien….apapun bentuknya….dan cerita dari proses terapi klien akan menjadi catatan penting seorang terapis yang di gunakan untuk sebagai pembelajaran….karena yang di pelajari adalah bagaimana persoalan terjadi, apa penyebabnya, bagaimana cara pandang klien terhadap persoalan tersebut, dll….karena dalam ilmu EN EL PE…dinyatakan bahwa setiap pengalaman subjektif memiliki sturuktur…tentang bagaimana pola tersebut terbentuk…..terapis dan klien akan mempelajarinya untuk mencari solusi.

Ada beberapa teknik yg saya sering gunakan dalam proses terapi diantaranya..

PROBLEM IDENTIFICATION DAN OUTCOME FRAME

Sebelum memulai terapi, harus ada kesepakatan dari klien mengenai goal yg ingin di capai dalam sesi terapi….hal ini penting agar sesi tidak meluas….selanjutnya adalah mencari akar masalah yg mendasari persoalan…(hal ini tentatif, bila klien tidak bersedia menggali masalah sebaiknya fokus pada solusi).

SCALING

Pertanyaan kondisi klien dengan teknik skala….dari 1 sampai 10 dimana kiranya kondisi yg dirasakan klien….biarkan klien meniliai apa yg dirasakan…….biasanya setelah proses terapi perlu ditanyakan berapa skala perubahannya….dalam proses scaling perubahan tidak harus signifikan….apabila hanya naik satu angka, itu juga bisa disebut sebagai perubahan.

SUB MODALITAS

Dalam ilmu NLP ada istilan SUB MODALITAS yaitu, kualitas gambar, suara, bau, raba dan rasa (panca indra) dari suatu gambar di otak…dan dengan mengetahui kualitas sub modalitas seseorang, therapis bisa merubah kualitas dari gambar tersebut sesuai izin klien….cara ini cukup efektif jika klien memahami konsepnya.

Contoh kasus : Phobia Mie Instan seperti melihat Cacing dan mual.

Teknik : Fast Phobia Cure

Terapis : Apakah situasi ini mau dirubah?

Klien : Iya…

Terapis : Apa harapannya?

Klien : Biasa aja kalau melihat mie..

Terapis : ‘bisa diceritakan penyebabnya?’

Klien : “waktu saya kecil pernah makan mie rebus…saat menikmati makan…ada cacing tanah yg berjalan didepan saya…saat itu saya merasakan mual ketika melihat mie yg saya makan hingga sekarang’.

Terapis : ‘ Oooo begitu’..

Klien : ‘iya pak….saya mau situasi ini hilang…!’

Terapis : Ok…kita mulai ya……sekarang ketika melihat mie apa yg dirasakan (klien telah memesan mie rebus).

Klien : Mual…seperti mau muntah (lalu mie di sembunyikan)

Terapis : dari 1 sampai 10, berapa skala mual/mau muntahnya?

Klien : sembilan…

Terapis : Baik…sekarang saya mau anda memejamkan mata dan anda akan memutar film yang ada di pikiran anda seperti halnya me’rewind’ sebuah film….dan saat anda memutar film tersebut, saya akan putarkan lagu Doraemon ya dari HP saya…….dan saat saya menghentikan lagu…anda juga akan mem’pause’ film tersebut tepat di saat awal kejadian anda melihat mie dan cacing……..gmn, paham?…jika paham…saat film di pikiran anda berhenti, segera rubah warnanya jadi hitam putih….rusak seperti semut…dan blank….memorynya seperti hilang…ok.

Klien : ok….siap.

Terapis : Go…!(klien memejamkan mata dan terapis mengamati wajah klien)….ketika dirasa sudah sampai di kejadian cacing ketemu mie, ‘ekspressi klien’..terapis menghentikan lagu….dan berkata pada klien ‘ oke, sekarang rubah warnanya jadi hitam putih, rasanya jadi manis, suaranya jadi merdu dan semua warna berubah jadi putih blank……(klien mengikuti petunjuk terapis dan merubah setiap gambaran yg ada dipikirannya)….terapis melakukan kalibrasi….lalu berkata pada klien…’sekarang buka matanya”…dan tersenyumlah”.

Klien : (sambil tersenyum)….terima kasih.

Terapis : Ok…sekarang semua memory tentang kejadian mie dan cacing telah hilang dan anda sudah sangat lupa dengan kejadian tersebut….sekarang anda adalah orang baru yg sangat suka makan mie….ok

Klien : baik….saya sangat suka makan mie.

Terapis : (kembali bertanya skala klien)…..dari 1 sampai 10…berapa kira2 situasi klien saat ini jika melihat mie…?

Klien : lima…

Terapis : oke sekarang kita latihan sensitivitas ya….saya akan bawa mie rebus tadi dan anda rasakan situsinya..(terapis mengeluarkan mie rebus tadi)…

Klien : Ok…(sambil melihat mie, ada sedikit perubahan wajah di klien…)..

Terapis : baiklah….saat anda melihat mie rebus ini…anda akan mengingat kuah mie yg pedas dan nikmat…dan anda akan semakin penasaran untuk memakannya…dan anda mulai suka dengan mie instan…dan anda telah melupakan semua memory tentang mie dari anda kecil sampai sekarang…(wajah klien terlihat mau memakannya dan terapis mendekatkan mie tepat di depan meja klien…dan klien bengong sejenak)..dan terapis…silahkan di nikmati mie

Klien : “Ok”….(menatap mie tersebut dan mulai mencicipi kuahnya…saat mencoba kuah mie ada perubahan ekspresi lagi…terlihat menikmati…rupanya si cacing di otaknya telah hilang).

Terapis : ‘ Ayo habiskan….!”

Klien : Asik..

Dan di akhir cerita habislah mie rebus tersebut…dan klien pun heran dengan perilakunya tersebut….dan bertanya pada diri sendirj ‘ko bisa ya?’…..setelah proses tersebut hingga saat ini klien suka makan mie.

Semoga bermanfaat!

#HypnoterapyNLP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *