THE GRAVE STORY TELLER*

(Pencerita Kisah Getir)

‘Gw dulu pernah disakitin sama dia, ngomongnya ketus! kalau ngomong ga lihat tempat dan situasi!….sudah gitu ga coba cari kebenarannya lagi…dasar!…gw sumpahin hidupnya merana….dan gw ga pernah mau maafin dia!….sakit hati ini…..denger namanya aja….ogah gw!”

Pernahkah anda mendengar seseorang berbicara seperti ini atau mungkin anda sendiri pernah menceritakan kisah getir yang anda alami?
– anda menceritakan sakit hati anda pada orang lain.
– bahkan menceritakannya pada orang2 yang anda temui.
– anda berharap mendapat dukungan dari orang yg mendengar cerita anda.
– mungkin anda asik menceritakan kisah getir anda karena anda emosi yg terlibat saat menceritakannya.
– anda menceritakannya berulang-ulang pada siapa saja.
– anda melampiaskan kekesalan anda di sosmed.
– mendapatkan kepuasan batin jika orang yg mendengar cerita juga kesal/memusuhi orang yg menyakiti anda.
– setiap mendengar nama atau sesuatu yg berhubungan dengan orang yg menyakiti anda, sepersekian detik mood anda berubah.

Orang yang telah menyakiti anda telah tersimpan dibenak anda…wajahnya, kata-katanya, suaranya,….dan anda membawa kisah getir ini setiap hari…..menjadikannya gossip,….menjauhkan diri anda dengan apapun yg berhubungan dengan orang yg menyakiti anda.

Dalam Forgiveness Therapy orang ini disebut The Grave Story Teller (pencerita kisah getir)……yang ternyata inilah yg bisa membuat kita gagal “move on’.

Sadarkah anda bahwa anda korban dari perasaan anda sendiri…..anda memilih untuk disakiti…..memilih cerita anda sendiri untuk tersakiti….berharap adanya pembalasan…..berharap orang yang menyakiti anda mengerti anda………dan ternyata orang yg menyakiti anda tidak merasa bersalah, biasa2 saja dan move on dengan kehidupannya bahkan melupakan anda, ….’kasihan banget deh.. kita jika memilih tetap menyimpan cerita ini’……dulu sih saya begitu..hehehe.

Forgiveness therapy mengajarkan saya mencari makna positif dari setiap kejadian yg tidak menyenangkan…….bertanya pada diri apa hikmah dibalik kejadian ini?……..keterampilan hidup apa yg meningkat setelah kejadian ini?……mengapa saya memilih untuk tersakiti atau jadi korban?…..bagaimana saya memilih untuk bebas dari perilaku tidak menyenangkan dari orang lain?…..bagaimana cara saya memaafkan perilaku negatif orang lain?…..ini bukan tentang orang yang menyakiti saya tetapi tentang cara saya membebaskan diri dan berlapang dada…..ini tentang bagaimana cara saya menyehatkan pikiran saya….dan tentang cara saya menyikapi setiap persoalan yg saya harus jawab sendiri.

– Memaafkan melampaui menerima apa yg sedang terjadi
– Memafkan menunda kemarahan.
– Memaafkan bersikap netral pada orang lain.
– Memafkan membuat diri sendiri merasa lebih baik.
– Memaafkan bukanlah memaklumi.
– Memaafkan bukanlah melupakan.
– Memaafkan bukanlah pembenaran.
– Memaafkan bukanlah menenangkan
– Memaafkan bukanlah bukanlah memaafkan-palsu dengan saya menyatakan, “saya memaafkanmu.”
– Memaafkan TIDAK SAMA dengan tidak mengadili.
– Memaafkan tidaklah selalu harus diiringi dengan perdamaian.
– Memaafkan tidak harus memberitahukan.
– Memaafkan untuk membuat dada lapang dan pikiran sehat.

So, berlapang dadalah dan jadilah pelaku atau tuan rumah atas pikiran sendiri….jangan biarkan anda jadi korban atas pilihan anda sendiri.

Karena sedih, marah dan bahagia andalah yg memilihnya…meskipun pemicunya dari luar tetapi otak kita bisa mengaturnya dan memilih apa yang baik untuk kita….dalam ilmu vibrasi, memaafkan termasuk dalam tabel power…yg berarti menerima dan membuat anda tidak terpengaruh dengan keadaan.

Jadi maafkanlah siapapun yang sebaiknya dimaafkan….keluarkan dari benak anda agar anda sehat secara mental.

Semoga bermanfaat!

#BuatSendiriBiarGaLupa
#MasihTentangMemaafkan
#MasihBelajarJuga
#DariAsepHaerulGani
#ForgivenessTherapy

Professional Hypnotherapist (085817718959)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *