JANGAN BUNUH KOMPETITOR MU

Dalam dunia olahraga kompetitor adalah kawan bermain karena mereka yang membuatmu terus berlatih dan mengajarkan arti kekalahan serta merayakan kemenangan.

Dalam dunia bisnis kompetitor adalah mereka yang membuatmu lebih handal dalam membuat strategi penjualan dan cedas dalam menciptakan inovasi produk atau jasa.

Dalam dunia pekerjaan kompetitormu adalah mereka yang membuat keterampilanmu meningkat seperti seni komunikasi, soft skill dan hardskill.

Dalam dunia politik kompetitormu adalah mereka yang membuat dirimu ide-idemu didengar orang dan pesaingmu lah yang membuatmu jadi pemimpin.

Kompetitor adalah keniscayaan yang selalu ada dalam kehidupan kita dan mereka hadir untuk membuat kecerdasan-kecerdasan kita meningkat.
Tanpa adanya kompetitor dalam olahraga, tentu kita tidak bisa menikmati suatu permainan.
Tanpa adanya kompetitor di bisnis tentu kita tidak belajar menjual dengan baik.
Tanpa adanya kompetitor dalam pekerjaan tentu kita tidak belajar dari kesalahan.
Tanpa adanya kompetitor dalam politik tentu kita tidak akan belajar bagaimana menciptakan ide cemerlang yang baik untuk orang lain.

Jangan bunuh kompetitor mu karena mereka bisa jadi Kawanmu dalam bermain,
Guru yang mengajarkanmu arti kekalahan,
Mentormu yang mengajarkanmu saat kamu bangkrut,
Coachmu saat kamu jenuh dengan pekerjaan,
Motivatormu agar kamu bangkit dari kegagalan,
Partnermu dalam berpolitik dan membangun masyarakat madani.

Jangan karena egomu kau bunuh karakter kompetitormu, jangan karena ambisimu kau jatuhkan lawanmu, jangan karena rakusmu kau habisi orang lain dan jangan karena keserakahanmu kau tenggelamkan orang lain demi kebahagiaanmu.

Manusia saling membutuhkan untuk menjadi lebih baik, dengan cara halus atau kasar. Maka dari itu belajarlah dari kompetitormu. Hargai mereka seperti kamu mau dihargai, karena tanpa kompetitor usahamu sia-sia dan hampa bahkan bisa membuat lupa arti perjuangan. Jadi, bersaing sangat boleh tetapi gunakan cara cerdas elegant dan saling membesarkan orang lain….karena sejatinya sebagai mahkluk sosial manusia akan saling membutuhkan.

– Yusdi Lastutiyanto –

#catatanminggupagi
#cerdasberkompetisi
#tulisanadalahsikap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *