TOO MUCH EGO KILL YOUR TALENT

Instrumen kehidupan adalah ego…setiap kita selalu merawat ego-ego tersebut. Entah apa yang membuat mereka ada pikiran kita yang pasti setiap ego tumbuh dan berkembang bersamaan dengan bertambahnya umur kita.

Saat ego mendominasi pikiran, maka bakat dan kepekaan kita akan terpendam hanya untuk memenuhi ego kita….sebagai manusia kita punya cara sendiri untuk menanganinya yaitu elemen spiritual, intelektual dan emosional.

Bayangkan jika ego mendominasi….kita bisa jadi banyak terlalu ingin…..terlalu ingin di dengar, terlalu ingin di lihat, terlalu ingin dihargai….selanjutnya jika ego yang terlalu ini mendominasi pikiran kita, maka kita akan kehilangan gravitasi berpikir, selanjutnya ego akan masuk ke ranah pelengkap instrumen ego tersebut….ingin dianggap pintar, ingin dianggap hebat, ingin dianggap bijak, ingin beli ini dan itu, ingin punya ini dan punya itu… Lalu muncullah daftar keinginan dalam hidup yang mungkin kita tidak sanggup memenuhinya….walaupun pada hakikatnya manusia butuh di apresiasi, butuh di dengar dan butuh di lihat….tetapi jika TERLALU inilah yang disebut jebakan ego.

EGO TRAPS…yaitu saat kita terjebak dengan jebakan-jebakan ego kita sendiri…..saat kita merasa spiritual kita tinggi tetapi menjelekkan orang yang tidak spiritual, itu adalah jebakan ego,….saat kita merasa lebih dari orang lain lalu menjatuhkan orang lain…berarti terjebaklah kita dengan ego sendiri.

Itulah mengapa para nabi atau guru-guru spiritual meminta kita belajar menjinakkan ego di dalam diri sebelum memberi nasihat ke orang lain….para guru spiritual yang mampu meredam ego mereka…terasa pancaran wajahnya yang penuh kasih, kata-kata nya yang menentramkan dan bahasa tubuhnya yang penuh ketenangan, seolah-olah ego itu sudah menjadi budak dari pikiran mereka.

Tulisan ini bukan tentang salah dan benar keberadaan ego pada diri kita, karena sejatinya Tuhan menciptakan hal tersebut sebagai pelangi kehidupan kita. Tulisan ini sekedar pengingat untuk diri sendiri bahwa ego yang terlalu akan membuat kita terjebak dalam penghukuman pada diri sendiri atau orang lain.

Meredam ego adalah dengan, dengan mengenali bentuk dan nama ego tersebut,…setelah di kenali lalu menari,….nikmati dan syukuri kehadiran ego tersebut,…amati kehadiran ego sebagai berkah…..berterima kasihlah karena selama ini ego telah bermanfaat… selimuti dengan cinta dan kasih sayang ego tersebut,…maafkan jika terkadang sang ego bersikap kelewatan…. dan berdamailah dengan ego tersebut,….lalu latihlah ego tersebut agar mereka menjadi pelengkap kesadaran kita….saat semuanya terkontrol dan tingkat kesadaran kita di level tercerahkan, saat itulah kita bisa bisa belajar meredam ego.

#NasihatDiri #Provokasi #Vibrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *