New Insight TOTE Model

Mempelajari NLP dan Hypnosis membawa saya terhadap pemahaman baru cara kerja pikiran yaitu :

“Bermain-main dengan pikiran sendiri untuk mencapai hal yg kita inginkan’

Salah satu teknik yg saya sering gunakan adalah T.O.T.E model yaitu (Test-Operate-Test-Exit).

Ketika ingin mencapai sesuatu atau merubah kebiasaan bahkan keyakinan, tulisakan hal yang ingin diraih. Misal:Mengurangi kebiasaan merokok menjadi 3 batang setiap hari, bagi perokok aktif (target).

Lalu buat Ancor (pemicu) yg sesuai dengan kemampuan, yang akan kita gunakan ketika hasrat merokok datang, biasanya muncul ketika setelah makan, sedang ngopi atau ngobrol sama teman, dll. Misal : lari di tempat 10 hitungan, tepuk tangan 10 kali yang merupakan pengalihan dari hasrat merokok tadi.

Nah ketika hasrat ingin merokok datang, lakukan pemicu yg telah dibuat yang merupakan ‘Test’ dan ‘Operate’, apabila pemicu tersebut sukses dan dapat mengurangi kebiasaan merokok maka anda ‘Berhasil’ dan bila belum berhasil cari apa alasan lain yg muncul sehingga target kita belum berhasil atau Evaluasi diri,

Nah, ketika ada alasan lain yang muncul dalam Hypnosis disebut ‘Secondary Gain’ atau ‘Meta’ States’ dalam NLP, yg merupakan alasan tertinggi berupa nilai atau beliefs yg menggerakkan pikiran dan hati…hal ini yg menjadi alasan mengapa suatu sugesti yg ditanamkan seseorang tidak berjalan dengan baik….misalnya; saya tidak ingin berhenti merokok karena tidak mau kehilangan teman2 atau pergaulan, dll.

Lalu, ketika sudah memahami alasan mendalam lainnya dalam konteks merokok, misal : lebih bisa berpikir, buat pergaulan, pengalihan stress…buat anchor (pemicu) baru untuk target mengurangi kebiasaan merokok tadi.

Ketika dengan Ancor ke-dua berhasil lakukan hal tersebut berulang-ulang apabila hasrat merokok muncul..ini tahap yang di sebut ‘Test-Exit’.

Jadi ada dua insight dalam T.O.T.E model ketik menggunakannya yaitu ‘Berhasil atau Belajar’. Hal ini sesuai dengan asumsi dasar NLP yaitu ‘There is no failure only Feedback’, tidak ada kegagalan yg ada hanyalah umpan balik, kata-kata kegagalan adalah bahasa kita ketika belum berhasil. Apabila kita merubahnya menjadi ‘Belajar’, kita akan menemukan cara lain untuk mencapai target kita ‘Fleksibilitas”.

Teknik ini menurut saya adalah bagimana kita bermain-main dengan pikiran sendiri, dimana kita sepakat dengan diri sendiri untuk berusaha mencapai tujuan.

Tidak hanya dalam konteks merokok, tetapi dalam bidang lainnya seperti pendidikan, perilaku, penjualan, dll.

Selamat bermain-main dengan T.O.T.E Model.

Semoga bermanfaat..

Yusdi Lastutiyanto (Mind Main Programmer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *