PENDOA YANG SOMBONG

Satu masa ada dua orang pelaut yang terdampar disebuah pulau yg tidak berpenghuni. Kapal mereka karam sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Setelah beberapa hari bersama dan tidak kunjung menemukan solusi akhirnya keduanya berpisah. Pelaut pertama ke arah barat dan pelaut kedua ke arah timur.

Hari demi hari di lalui dengan berusaha sampai akhirnya mereka berdoa untuk melengkapi usaha mereka.

Pelaut pertama, berdoa pada Tuhan agar tanah yang ditinggalinya subur, ternyata doanya terkabul, apapun yg ditanam oleh pelaut pertama selalu panen dengan cepat dan hasilnya melimpah. Sementara pelaut kedua hasil tanamannya tidak sesubur pelaut pertama tetapi masih ada yg bisa dimakan.

Kemudian, pelaut pertama berdoa lagi agar bisa membangun rumah di tanahnya. Luar biasanya doa tersebut seketika terkabul. Di wilayahnya terdapat kapal karam dengan peralatan pertukangan yang lengkap (gergaji, palu, paku, golok, pisau,dll). Lalu dibangunlah rumah sederhana yang minimalis dan pelaut kedua hanya tinggal di gubuk kayu sederhana.

Setelah menikmati hasil pertanian dan rumah yg bagus rupanya pelaut pertama berdoa lagi agar diberikan pendamping (istri) agar hari-harinya lebih indah. Tak ada yg tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak, beberapa kali doanya terkabul termasuk permintaan yang mustahil ini….tetapi ternyata ada seorang wanita muda terdampar di wilayahnya. Singkat cerita pelaut pertama meminta pelaut kedua menikahkan mereka. Hiduplah mereka dalam kebahagiaan.

Setelah beberapa bulan berlalu, sang istri pelaut pertama meminta suaminya untuk membuatkan kapal agar bisa kembali dengan orang tuanya. Karena pelaut pertama yakin akan keajaiban Tuhan, maka dia berdoa lagi agar diberikan kekuatan untuk membuat kapal laut. Apapun bisa terjadi jika Tuhan sayang pada hambanya yang dekat dengan diri-Nya. Keesokan harinya ada kapal laut terdampar di wilayah pelaut pertama dan hanya terdapat beberapa kerusakan yang masih bisa diperbaiki.

Lalu berangkatlah pelaut pertama dengan istrinya menggunakan kapal yg telah diperbaharui. Saat ditengah perjalanan ada suara dari langit yang bertanya pada pelaut pertama ‘Hai pelaut mengapa kau tidak membawa saudara mu kembali dengan kapal mu?’….pelaut pertama pun menjawab “buat apa?doanya tidak pernah terkabul”….suara tadi kembali membalas dan berkata…’tahukah kamu apa yang menjadi doanya setiap hari?”…….”tidak” sanggah pelaut pertama….suara dari langit bertambah keras dan berkata mengenai pelaut kedua “sahabat mu itu setiap hari berdoa kepada-Ku agar apa yang kamu minta dan doakan agar dikabulkan, oleh karena doa sahabat mu itulah doa-doa mu terkabul”……pelaut pertama tertunduk lemas.

End.

Sahabat inti dari cerita ini yakinlah bahwa ada doa dan usaha orang lain dari keberhasilan kita.

Selamat berhari jum’at. Yuk saling mendoakan dalam kebaikan.

#SelfReminder
#CLMK(cerita lama mengingatkan kembali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *