TERJEBAK KATA ‘HARUS’

Kata ‘Harus’ atau ‘Seharusnya’ adalah pola kata yang bisa membuat seseorang terjebak dalam kegalauan…contohnya..

Seharusnya dia yang meminta maaf duluan…….(nah, apa yang terjadi kalau dia tidak minta maaf…!).

Sebagai suami kamu ‘Harus’ memberikan yang terbaik untuk keluarga (nah,….kalau tidak bisa memberikan yg terbaik apa yg terjadi).

Kalau mau jadi pasanganku, kamu ‘Harus’ mengerti aku (nah, ukuran di mengerti itu juga berbeda….kalau seandainya ga dimengerti bagaimana…).

Sebagai Bos ‘seharusnya’ di bisa membimbing bawahan (trus, salah kalau bos ga bisa bimbing….kan bos juga manusia)

Aku sudah senyum pada dia, Seharusnya di juga balas senyum dong..(nah, terus kalau ga dibalas senyum gmn?….pastinya besok gw ga akan kasih senyum lagi…….padahal yg ga kasih senyum lagi sakit gigi atau ada masalah pribadi.)

Setiap harinya kita bisa mengucapkan ratusan kata “Harus’ ketika berhadapan dengan peristiwa atau interaksi dengan orang lain…nah, kata ini juga merupakan ‘ego’ dalam diri yang menunjukkan ke-akuan diri.

Seandainya kita tidak menjadi pribadi yg fleksibel saat menggunakan kata ‘Harus’….justru kegelisahan akan kembali pada diri…..maka dari itu gunakan pola kata ‘Harus’ pada sesuatu yg bisa kita jangkau, terukur dan terarah….apabila berkaitan dengan orang lain kurangi kata2 ‘Harus’ atau ‘Seharusnya’ dan membuatnya lebih fleksible karena hal ini mempersiapkan diri menghadapi kekecew√†an bila berharap pada sesuatu pada orang lain.

Banyak dari kita yang kecewa pada orang lain karena berharap pada orang tersebut dan menggunakan kata ‘Harus”.

Semoga bermanfaat.

#NgacaDiri#Pengalaman#.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *