HIPNOTIS YANG DIPAHAMI SALAH

Hipnotis adalah sebutan bagi seseorang yang telah mempelajari ilmu hipnosis, mereka menggunakannya untuk terapi, pemberdayaan diri dan merketing.

Hipnotis di Indonesia sendiri menjadi terminologi yang dianggap menyeramkan, karena banyak kasus kejahatan yang dikaitkan dengan terminilogi hipnotis ini.

Secara sederhana  hipnotis adalah pelakunya sedangakan hipnosis adalah ilmunya, dan mereka yang menggunakan hipnosis sebagai terapi disebut hipnoterapis.

Lalu apa sebenarnya hipnosis itu?

Hipnosis dapat diartikan sebagai kondisi relaks, fokus dan konsentrasi. Pada kenyataanya, hipnosis memang memiliki banyak arti, dan kajian baru-baru ini hipnosis bisa disebut sebagai kondisi mirip tidur atau keadaan di mana alam bawah sadar aktif.

Ahli hipnotis menjelaskan secara sederhana bahwa hipnosis adalah disaat area kritis kita tidak aktif, yang menyebabkan kita mudah menerima informasi atau sugesti (saran).

Penjelasan lainnya adalah bahwa hipnosis adalah segala bentuk komunikasi yang berhasil, dimana seseorang mau melakukan hal yang kita perintahkan, penulis sendiri meyadari bahwa hipnosis adalah sesuatu yang ilmiah dan natural, sebab setalah dalam mempelajari hipnosis, penulis juga sering terhipnosis.

Istilah lain yang sering di gunakan dalam hipnosis adalah trance yaitu saat pikiran bawah sadar aktif, dan itu sering dialami oleh siapapun, oleh karena itu ada istilah trance in dan trance out.

Trance in bisa diartikan kita sedang kembali ke masa lalu, atau mengingat memory dan ini bisa terjadi saat kita bengong, sedangkan trance out adalah saat pikiran kita mengikuti alur dunia diluar kita, seperti membaca buku atau melihat film.

Kondisi hipnosis juga disebut terjadinya perubahan mood atau altered state, maksudnya perubahan kegiatan di pikiran yang dipengaruhi oleh stimulus di luar, misalnya emosi marah yang dipengaruhi oleh perilaku orang lain, atau sedih karena kehilangan sesuatu, nah, respon emosi yang muncul juga merupakan keadaan hipnosis.

Saat berada dalam keadaan terhipnosis, ada beberapa orang yang mengalami kondisi relaksasi biasa, namun, kenyataannya, ketika di hipnosis, ada sebuah perubahan aktivitas dalam otak seseorang. Kondisi tersebut hampir sama pada saat menjelang tidur atau bangun pagi, yaitu pergeseran gelombang otak dari alpha ke deltha, atau dari deltha ke alpha.

Kondisi Alpah adalah kondisi yang sangat menyenangkan seperti saat melamun. Dalam kondisi ini, pikiran akan sangat terbuka terhadap imajinasi dan diri akan mengalami pengalaman indrawi yang luar biasa. Semakin Anda merasakan realitas dari suatu kondisi hipnosis, efeknya akan terasa setelah selesai di hipnosis.

Apakah Hipnosis sama seperti tertidur?

Serupa tapi tidak sama, saat kita tidur biasanya kita tidak menyadari apa yang terjadi disekitar kita dan sebaliknya saat kita dalam kondisi terhipnosis kita akan sangat peka dengan apa yang terjadi disekitar kita.

Apakah Hipnosis Membahayakan?

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya di paragrap awal, bahwa hipnosis adalah kondisi yang natural -dan alamiah, dalam kesehraian kita mengalaminya, seperti saat mengendarai kendaraa, saat itu kita sadar sedang menyetir mobil, tapi pikiran kita memikirkan hal yang lain dan tahu-tahu sudah sampai tujuan.

Contoh lainnya adalah saat kita menonton film dengan adegan sedih saat itu kita terasosiasi dengan film tersebut sehingga emosi sedih kita muncul, nah inillah kondisi hipnosis yang nyata bagi setiap kita.

Lalu, apakah dalam proses terapi hipnosis bisa membahayakan?

Tentu tidak, klien yang sedang dipandu imajinasinya dalam keadaan hipnosis sangat mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, alam bawah sadaranya masih mampu memilih kata, bahkan masih bisa memanipulasi diri, jadi kontrol penuh dalam sesi hipnosis adalah klien sendiri, salah kaprah jika ada yang menyatakan bahwa seorang hipnotis bisa mempengaruhi orang lain, yang pada kenyataanya harus ada proses yang dilalui agar area kritis seseorang bisa terbuka.

Benarkan Hipnosis Bisa membuat seseorang Membuka Aib atau Rahasianya?

Tentu tidak, jika kita menggunakan pendekatan Gestalt tentang mengupas lapisan bawang, bahwa alam bawah seseorang bisa bertugas seperti petugas keamanan atau anjing penjaga, artinya tidak mungkin kita menceritakan rahasia kita jika belum mempercayai orang lain, sama halnya dengan hipnotis, jika tidak piawai mengelola cara berkomunikasi tentu kilen tidak akan terbuka.

Dapatkah Seorang Hipnotis Membuat Orang Lain Melakukan Sesuatu Yang Bertentangan Dengan Dirinya?

Dalam beberapa kasus bisa jika hipnotis tersebut di izinkan oleh klien, artinya klien memberikan otoritas pada peng-hipnotis, hal ini berarti juga bahwa hipnosis tidak akan berhasil jika bertentangan dengan nilai dan kode etik seseorang.

Apakah Yang Akan Terjadi Ketika Seseorang di Hipnosis?

Banyak orang yang khawatir bahwa saat di hipnosis mereka tidak bisa bangun, yang sebenarnya tidak, penulis sendiri melakukan uji coba dengan self hypnosis, bahkan meminta bantuan hipnotis lain untuk menghipnosis diri dan ini sangat mengasyikan, sebab kondisi relaks yang dalam seperti mendapatkan kedamaian dalam diri, dan setelah bangun keadaan tubuh jadi segar, jadi jangan khawatir jika Anda di hipnosis.

Apakah Seseorang Bisa Kehilangan Memory saat di hipnosis?

Bisa iya, bisa tidak bergantung pada ahli hipnosis yang memberikan sugesti baru, dan inipun dapat terjadi pada klien yang mudah untuk di hipnosis.

Apakah Setiap Orang Bisa Di Hipnosis?

Jika menggunakan definisi bahwa hipnosis adalah terbukanya area kritis, maka sudah bisa dipastikan bahwa hipnosis dapat dialami oleh siapa saja.

Apakah yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi hipnotis?

Anda dapat mempelajari hipnosis terlebih dahulu dengan buku-buku yang ada di toko buku, biasanya mereka menjelaskan fondasi dasar hipnosis, sehingga pembaca memahami garis besar hipnosis itu apa, lalu keterampilan komunikasi juga penting, meskipun pada dasaranya hipnosis adalah non-verbal hipnosis.

Setelah Anda membaca buku mengenai fondasi dasar hipnosis lalu Anda tertarik untuk menjadi ahli, disarankan Anda mengikuti pelatihan tentang hipnosis, sebab dengan hal ini Anda akan belajar dari mereka yang telah melakukan kesalahan dalam dunia hipnosis.

Apa Saja Kesalahan yang di alami oleh pembelajar Awal hipnosis?

  1. Mereka menganggap bahwa hipnosis bisa mempengaruhi pikiran orang lain, sehingga lupa melakukan pendekatan-pendekatan bagaimana cara menghipnotis orang lain.
  2. Tidak melakukan latihan rutin dalam konteks hipnostage (hipnosis untuk pertunjukkan atau hiburan), karena dengan melakukan latihan minimal kita dapat mengetahui karakter calon suyet kita.
  3. Tidak memiliki tujuan akhir kemana ilmu hipnosis ingin digunakan, maksudnya adalah bahwa hipnotis memiliki varian warna, misalanya hipnoteaching yang bisa digunakan oleh para pendidik, hipnoterapi yang bisa digunakan oleh para terapis kesehatan atau pemberdayaan diri, hypnoselling yang bisa digunakan untuk penjualan dan bisnin, hypnolearning yang bisa digunakan dalam proses belajar.

Nah, minimal dengan mengetahui ketiga hal diatas kita bisa mengetahui kemana ilmu hipnosis kita akan digunakan.

Bagaimana Memilih Pelatihan Hipnosis?

Banyak lembaga penyelenggara pelatihan hipnosis yang Anda ikuti, tapi sebaiknya memilih workshop yang memiliki kurikulum terstruktur, dan bisa memberikan sertifikasi yang berkerja sama dengan lembaga resmi dengan pemerintah.

Demikian sekilas penjelasan sederhana tentang hipnosis, hal ini agar hipnotis (penggiat hipnosis) bukan lagi menjadi sesuatu yang mengerikan, sebab hipnosis sendiri adalah sesuatu yang ilmiah.

Semoga Bermanfaat!

NLP Untuk Karyawan (Neuro Linguistic Programming)

Pengalaman Pribadi dengan NLP

Bermula buku “The art of enjoying life with NLP” karya Teddi P Yuliawan, saya menyelami lautan kata-kata dengan ilmu NLP. Saat itu secara financial saya belum bisa mengikuti training NLP yang berharga jutaan rupiah. Yang saya bisa lakukan adalah dengan membaca buku-buku yang berhubungan dengan NLP. Menariknya ternyata NLP bisa digunakan dalam dunia pengembangan diri, bisnis, penjualan, therapy, public speaking, dll. Hal itu bergantung dari potensi dasar dan minat pengguna NLP mau dibawa kemana ilmu yang dimilikinya.

Selanjutnya, ketertatikan saya mempelajari NLP beriringan dengan minat saya mempelajari hypnosis dan hypnotherapy, hal ini berhubungan passion saya dalam dunia pendidikan. Sebagai praktisi pendidikan selain proses transfer ilmu terhadap peserta didik kami juga dituntut untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam proses belajar mengajar. Saat itu sedang marak-maraknya seminar maupun workshop mengenai hypno teaching dan hypno parenting.

Situasi ini membuat saya ingin mengupgrade diri saya untuk mempelajari lebih dalam apa itu, Hypnosis, hypnotherapy dan NLP. Lalu, mulaialah saya mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari dari buku dalam proses saya beraktifitas sebagai karyawan dan guru. Teknik-teknik yang saya gunakan hanya seputaran pengembangan diri yang berhubungan dengan mind power (kekuatan pikiran), manajemen emosi, self talk, persuasi, membangkitkan minat belajar dan pola bahasa hipnotik.

Selama mengaplikasikan NLP dan hypnosis saya gunakan untuk diri saya sendiri dan ternyata sangat berpengaruh terhadap dunia kerja dan sosial saya, terlebih lagi kehidupan berkeluarga juga efektif. Kemudian karena sangat efektif terhadap peningkatan motivasi saya pada tahun 2014. Saya diberikan kesempatan untuk mempelajari hypnosis dari lembaga pendidikan hypnotherapy di Indonesia yaitu IBH (Indonesian Board of Hypnotherapy) yang saat itu di pimpin oleh Alm.Yan Nurindra.

Dengan meningkatkannya kesempatan saya mempelajari Hypnosis saya juga berkesempatan mempelajari NLP dari NEO NLP, workshop yang juga di naungi oleh bapak Yan Nurindra. Kedua-duanya saya pelajari hingga level trainier. Secara jujur semakin saya menyelaminya, semakin saya merasa kurang dan ternyata banyak sekali cabang dari NLP yang berkembang.

Dalam buku ini saya hanya akan menceritakan pengalaman saya dengan NLP dan Hypnosis yang pernah saya pelajari dan praktekkan. Mungkin buku ini tidak sempurna karena hingga saat ini NLP masih merupakan kajian seksi untuk dibicarakan dan di praktekkan.

Selain itu saya juga coba menggambarkan bagaimana NLP bisa digunakan untuk diri sendiri untuk meningkatkan motivasi diri sebagai karyawan.

Apa Itu NLP (Neuro Linguistic Programming)

NLP merupakan kepanjangan dari

Neuro – berhubungan dengan kinerja dan fungsi otak

Linguistic – Berhubungan dengan pola bahasa dan bagaimana kita mengunakannya

Programming – berhubungan dengan pola perilaku yang dipelajari dan dilakukan

Neuro

Cara panca indra bekerja ketika mengelola informasi disekitar kita. Proses neurologi yang mempengaruhi pikiranm perasaan dan emosi. Proses fisiologi dan perilaku,

Linguistic

Bagaimana anda mengunakan pola bahasa dalam berkomunikasi dengan diri sendiri atau orang lain dan mempengaruhi pengalaman anda

Programming

Proses pikiran kedalam diri dan pola perilaku yang bisa membantu anda mengevaluasi situasi, menyikapi masalah dan memecahkan masalah.

 

Secara sederhana NLP merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia bisa unggul dalam kehidupannya, selain dari itu NLP juga mempelajari struktur pengalaman subjektif seserorang, bagaimana pengalaman tersebut menjadi sebuah nilai dan keyakinan. Jadi dengan NLP kita bisa meningkatkan potensi dan kompetensi diri.

NLP di aplikasi-kan untuk diri sendiri yang akan berpengaruh ke luar diri manusia, NLP juga mempelajari cara-cara komunikasi yang efektif, pola-pola bahasa dan perilaku. NLP menawarkan sebuah proses bagaimana menginterupsi sebuah pengalaman, dan memahami bagaimana seseorang berpikir, merasaka dan berperilaku.

NLP adalah keterampilan untuk meningkatkan komunikasi yang efektif. Sehingga seseorang bisa memahami bagaimana hubungan antara tubuh, pikiran emosi dan action. Dengan memperoses pola bahasa dipikiran kita bisa mencapai tujuan secara konsisten.

Bagian selanjutnya adalah hal yang saya suka ketika menjelaskan mengenai definisi NLP, diantara banyak NLP, definisi mengenai bahwa NLP adalah tentang bagaimana sebuah kalimat bisa memunculkan respon emosi atau gambar di pikiran kita, contoh :

Kita latihan ya, sekarang pejamkan mata lalu katakan “saya adalah manusia yang paling beruntung dalam hidup ini karena dianugrahi mata, telinga, mulit dan pikiran”, tarik nafas dan hembuskan, lalu buka mata. Sekarang sadari apa perasaan yang muncul.

Contoh selanjutnya, katakan pada diri sendiri “ ya Tuhan jadikanlah saya sebagai manusia yang pandai bersyukur atas rezeki dan karunia mu, jadikanlah hamba seseorang yang selalu merasa cukup’ katakan dalam hati tarik nafas dan hembuskan, sekarang apa perasaan yang muncul.

Sekarang kita lanjut dengan contoh tentang bagaimana pola kalimat juga bisa menciptakan gambar di pikiran kita. “Andi di gigit oleh anjing’ terbayangkan sesuatu dipikiran anda dari kalimat tersebut?. Selanjutnya “anjing di gigit andi” apa  yang terlintas dipikiran anda?

Dari contoh diatas bisa dikatakan bahwa kita bisa memilih sebuah respon dari apa yang kita lihat, dengar dan rasakan, di NLP di sebut ResponAbility, kemampuan merespon informasi dari luar berupa penglihatan, pendengaran dan perkataan.

Sesuatu informasi yang diberikan berulang-ulang atau repetisi akan mempengaruhi emosi dan perasaan kita, sekrang silahkan baca tulisan di bawah ini.

“Siapa pun anda yang membaca tulisan ini akan merasa bahagia, penuh cinta dan kasih sayang dari Tuhan, karena kebahagiaan terletak dari bagaimana anda menyadari rasa bersyukur dan berkecukupan, cinta orang-orang sekitar membuat anda bahagia setiap harinya dan itu membuat anda lebih percaya diri, ketika rasa optimis yang anda miliki terhubung dengan rasa berbagi anda akan menjadi magnet yang akan mendatangkan banyak rezeki untuk anda, mulai saat ini anda akan terlatih untuk selalu menjadi manusia yang bahagia karena telah memiliki banyak dari apa yang anda butuhkan”

Sekarang setelah anda membaca tulisan diatas anda akan sangat percaya diri, optimis dan berani melangkah menghadapi kehidupan selanjutnya, lalu buat perasaan anda sekarang dua kali lipat lebih bahagia dan bersyukur.

Coba perhatikan setelah membaca tulisan diatas apa kalimat yang anda simpulkan sering muncul? Tentu tidak semua, karena dalam NLP bahwa proses filter pikiran mengalami tiga hal yaitu delesi (penghapusan informasi), distorsi (perubahan informasi) dan generalisasi (menyamakan informasi),

Lalu apa hubungannya penggunaan NLP dalam proses pekerjaan anda, tentu anda, dengan NLP anda bisa memilih informasi yang anda ingin cerna dan anda pun bisa memilih suatu respon dari kejadian yang tidak menyenangkan. Luar biasa bukan?

NLP Is Manipulation

Lebih lanjut mempelajari NLP juga bisa membuat kita memanipulasi otak kita dan orang lain melalui kata-kata, sehingga muncul skema baru dalam kehidupan kita.

Manipulasi diri ini bisa dengan melakukan modelling terhadap orang-orang yang kita anggap terbaik dan kita mem-polanya.

 

NLP is Art

NLP adalah seni bagaimana kita menjadi influencer ataupun persuadaer, seni mempengaruhi melalui kata-kata, bahasa nonverbal dan seni mempengaruhi diri.

Bagi Anda yang tertarik mempelajari NLP silakan cari informasi mengenai workshop NLP, atau baca buku yang berkaitan dengan NLP.

Semoga Bermanfaat.

NLP dalam Dunia Pendidikan

Menjadi Guru di Sekolah

Menjadi guru di sekolah bukan hanya tempat untuk mengajar seperti menyampaikan informasi, membina murid dan memberikan penilaian. Sekolah juga tempat belajar yang tidak hanya dilakukan oleh murid. Setiap elemen yang terlibat di sekolah selalu mengalami proses belajar.

Di sekolah keberhasilan murid dalam proses belajar tidak hanya ditentukan oleh nilai yang di raih di akhir semester tetapi juga tentang bagaimana proses dapat di pahami oleh murid. Murid adalah produk dari sebuah sistem di sekolah. Apabila sistemnya baik yaitu berupa kurikulum dan gurunya maka produknya akan sesuai dengan yang di harapkan.

Produk dalam dunia pendidikan meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Inilah yang harus di seimbangkan oleh sebuah sistem sekolah. Barometer keberhasilan anak dalam belajar di tentukan juga oleh banyak faktor selain disekolah. Seperti gaya belajar, latar belakang keluarga murid, kepercayaan murid dan support dari orang tua. Faktor ekternal inilah yang memperngaruhi keberhasilan belajar anak.

Di sekolah ujung tombak keberhasilan belajar anak adalah peran guru, hampir 30% pengaruh guru sangat efektif. Guru dikelas berperan dalam pemberian informasi, manajemen kelas, manajemen perilaku anak, iklim kelas, harapan belajar, komunikasi kelas, meningkatkan mood belajar dan sosial manajemen.

Selain membuat program pembelajaran, mempelajari kurikulum, membuat target jangka panjang maupun jangka pendek dan mengimplementasikan program yang dibuat dikelas. Guru juga terkadang harus dihadapkan dengan aspek sosial antar rekan kerja. Maka dari itu perlu ada alat/sistem agar guru dapat melakukan state manajement dalam kesehariannya. Hal ini perlu dilakukan agar guru dapat terjaga motivasinya untuk mengajar.

Dalam kaitannya mengenai efektifitas pengelolaan kelas, motivasi personal guru, memotivasi murid penulis mempelajari dan NLP (Neuro Linguistic Program) sangat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas komunikasi dikelas dengan murid maupun komunikasi diri, selain itu NLP juga bisa di internalisasikan dalam proses belajar mengajar.

Menjadi guru Ber-NLP

Sebelum mempelajari NLP sebagai praktisi yangmengaplikasikannya dengan dunia pendidikan terlebih dahulu saya mengajukan pertanyaan pada diri saya sendiri mengenai bagaimana ini bisa berhasil untuk kelas yang saya ajar. Tulisan ini adalah jurnal dari bagaimana saya menggunakan NLP di kelas yang saya ajar, btw kelas yang saya ajar saat ini adalah pelajaran olahraga dan Bahasa Inggris.

Saya menyadari bahwa untuk mengimplementasikan NLP dalam jangka panjang yang artinya untuk wali kelas yang setiap detik haris memperhatikan aktifitas murid untuk tingkat dasar belum terbukti, dari beberapa buku yang saya pelajari teknik maupun model yang ditawarkan NLP hanya disekitar pengelolaan perilaku untuk jam-jam tertentu, tetapi sekali lagi ini buken tentang keberhasilan buat saya tetapi bagaiman menciptakan strategi yng bisa di gunakan di kelas.

Nah kembali ke pertanyaan yang membuat saya berpikir bagaimana menggunnakan NLP di kelas adalah:

  • Bagaimana diri saya dengan NLP dan pengaruhnya terhadap peserta didik?
  • Apa nilai dari NLP yang bisa saya impelementasikan untuk saya sendiri?
  • Bagaimana perasaan saya terhadap kondisi kelas yang saya ajar saat ini?
  • Apakah ada area atau aspek yang ingin saya rubah dari kelas yang saya ajar?
  • Apa yang telah saya lakukan terhadap perubahan yang saya inginkan?
  • Bagaimana saya melakukannya?
  • Siapa guru yang saya bisa copy/modelling ketika mengajar di kelas sehingga membuat saya termotivasi dalam mengajar karena caranya yang efektif?
  • Pencapaian-pencapaian seperti apa yang telah saya lakukan didalam kelas terhadap murid khususnya?

Pertanyaan di atas saya munculkan ketika memulai mempelajari NLP, apa yang bisa saya kontribusikan terhadap dunia pendidikan. Untuk rekan guru yang mau menginternalisasikan NLP sebaiknya munculkan pertanyaan dalam diri bagaimana NLP bisa menjadi bagian dari aktivitas kita.

 

NLP di kelas

Saat penulis berpikir bagaimana mengaplikasikan insight NLP terhadap dunia pendidikan. Penulis coba mengaplikasikannya dalam skala mikro yaitu dalam kelas, tujuan utamanya adalah merubah pola bahasa dan mengubah cara pandang siswa terhadap proses interaksi kelas. Hal lainnnya adalah membuat mereka menyadari bahwa setiap perilaku bisa diberdayakan sesuai konteks dan konten.

Percobaan pertama saya adalah membangkitkan rasa memiliki dalam proses belajar. Siswa diminta untuk memilih perilaku apa yang ingin mereka lakukan di kelas. Saat memulai proses saya ajak mereka berdiskusi tentang perbedaan murid pintar dan murid bodoh, murid baik dan murid nakal dan perilaku lain, dalam NLP kita mengenalnya chunking, setelah mereka mendefinisikan kedua perilaku tersebut. Saya lemparkan pertanyaan kedua tentang hidup adalah pilihan, lalu mereka menjawab benar dan saya bertanya lagi apakah perilaku murid baik bisa di pilih dan mereka menjawab setuju. Lalu saya lemparkan kalimat perintah “nah” sekarang saya minta kamu memilih untuk menjadi murid baik”! dan saya minta mereka kembali untuk mengulang definisi tentang pilihan yang mereka buat.

Teknik di atas penulis pikir cukup efektif agar proses belajar lebih konsentrasi dan kelas manajemen baika. Dari buku yang saya baca tentang behavioural management, mengapa perilaku dikelas perlu  di lakukan diantaranya adalah:

  1. Untuk menciptakan iklim belajar yang berkembang
  2. Untuk melindungi dan menghargai proses belajar.
  3. Untuk membuat keyakinan pada siswa bahwa mereka bisa sukses
  4. Untuk mengerjakan siswa bagaimana bersikan secara sosial dan pilihan yang bisa diterima saat belajar.

Saat memahami konsep manajemen perilaku tujuan utama selain mempola aktivitas dikelas. Penulis juga memberikan pendekatan-pendekatan positif saat menggunakan NLP dalam segala mikro, yaitu.

  1. Mengajarkan siswa bagaimana berinterkasi secara sosial dikelas dan berperilaku saat proses belajar dan disaat bersamaan guru menjaga harga diri dan citra diri siswa.
  2. Kata kunci pendekatan positif
  • Kata-kata positif atau pilihan kata positif
  • Secara aktif menciptakan suasana bangga dan penghargaan
  • Mengajarkan siswa keterampilan sosial untuk sukses
  • Mengajarkan siswa menuju sukses daripada mencari kesalahan.

Cara Alamiah Menembus Alam Bawah Sadar

Saat berkenalan pertama kali dengan dunia hypnosis buku yang saya baca adalah tentang beliefs yang di buat oleh bapak Adi W Gunawan. Buku yang memberikan pencerahan kepada saya sebagi guru. Setelah sekian tahun menjadi guru dan sekian tahunmenjadi manusia dari buku tersebut saya mengetahui bagaimana informasi masuk ke dalam otak sehingga membuat konsep kata-kata bahkan menjadi beliefs. Yaitu

1.Repetisi / Pengulangan

Informasi yang masuk ke dalam otak yang secara terus-menerus dan konsisten di ucapkan secara internal maupun eksternal tanpa sadar akan menjadi kebiasaan atau keyakinan sehingga akan terbentuk menjadi perilaku di luar otak.

Hal inilah yang membuka cakrawala saya bahwa kenapa seorang anak mengatakan dirinya nakal karena orang di sekitarnya mengatakan demikian dan sebaliknya mengapa seorang anak jadi pintar karena di sekelinlingny amengatakan demikian. Mak dari itu seorang guru sebaiknya memiliki kemampuan untuk membuat kata-kata positif agar proses pelajaran menjadi efektif, seperti.

“Baiklah anak-anak hari ini kita akan memulai pelajaran yang menyenangkan karena setiap hari dengan pelajaran ini kita akan berhitung dengan senang yaitu mate-matika yang mudah, semakin kamu mengetahui tentang mate-matika semakin senang kamu akan pelajaran ini dan sekarang mari kita bersenang-senang dengan pelajaran berhitung”.

Nah sebagai dengan konsep ini saya yakin anda bisa meracik kata-kata motivasi dengan konsep pengulangan sehingga siswa akan menjadi percaya diri.

2. Nilai Keluarga/Kelompok

Sepeti kita ketahui bahwa keluarga membentuk seseorang, nilai-nilai yang dalam keluarga akan mempengaruhi bagaimana seseorang bersikap. Nah sebagai seorang guru untuk bisa mempengaruhi murid pelajari latar belakang keluarganya di rumah, bagaimana perlakuan orang tua dirumah, agama, kelompok bermainnya, aktifitas di rumah, dll. Hal ini untuk mengumpulkan informasi sehingga kita dapat menyesuaikan level berbicara dengan murid tersebut. Nilai-nilai dalam keluarga atau kelompok akan membentuk belifs pada anak sehingga menjadi karakter dalam dirinya.

3. Figur Otoritas

Sesorang akan sangat terpengaruh dengan orang yang idolakannya, bisanya seseorang akan mengikuti apa yang di lakukan, digunakan bahkan cara berbicara seseorang yang menjadi panutannya. Seperti tokoh agama, artis, ilmuwan, pengusaha dan mungkin orang tuanya. Untuk dapat berbicara dengan sama dengan level seseorang kita harus ketahui siapa figur dalam hidupnya, sehingga kita dapat menyesuaikan ketika berbicara dengan orang tersebut. Di sini saya mencothkan ketika saya berbicara dengan murid yang sangat suka dengan Bima Satria Garuda, jagoan asli Indonesia yang sangat di sukai murid tersebut.

Saya bertanya “siapa jagoan kamu?’. “Bima Satria Garuda” katanya. “oke”, pernahkah kamu melihat Bima menggunakan bahasa Inggris? Tanya saya. Pernah, oke sekarang kamu menjadi Bima yang sedang belajar bahasa Inggris”gmn? Bisa?. “baiklah” kata anak tersebut dan apa yang terjadi seketika itu anak tersebut menjadi bersemangat untuk belajar bahasa Inggris.

4. Emosi yang Intens

Keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan dan kecintaan yang dilakukan secara berlebihan dan terus menerus maka akan membekas di pikran bawah sadar dan dapat memperngaruhi perilaku. Definisi ini menjelaskan bahwa informasi atau keadaan akan masuk ke otak apapun bentuknya sehingga akan tersimpan di otak.

Hal ini juga dapat diberdayakan oleh guru dalam memberikan informasi kepada murid, seperti bercerita tentang otang yang bersemangat kalau dalam dunia NLP di sebut metaphor, kemampun guru dalam bercerita karena pada dasarnya manusia adalah mahkhluk narrative yang suke bercerita atau mendengarkan cerita. Cerita sendiri dapat menimbulkan suasana emosional dan inilah yang dapat menciptakan kondisi emosi pada murid, saat emosi sedang di puncak apapun bentuknya (sedih atau senang) maka masukan nilai dan informasi. Satu saat nantu ketika kondisi emosiaonl tersebut muncul nilai yang sudah masuk di otak anak ter-recall kembali.

5. Kondisi Hypnosis atau dalam gelombang alfa.

Kondisi alfa adalah dimana seseorang sangat rileks atau tidakmampu mempertahankan keegoannya karena pengaruh dalam dirinya atau pengaruh eksternal yang membuat pikirannya terasa nyaman dan rileks.

Sebagai guru sebenarnya kita dapat dengan mudah membuat anak rileks, yang pertama kondisi guru harus rileks dulu sehingga menjadi contoh: senyuman guru dikelas sebenarnya merupakan faktor anak untuk rileks ketika belajar.

Yang kedua adalah dengan membuat kelas terlihat nyaman dengan warna tembok yang cozy lalu sertakan musik-musik yang tenang ketika anak dipaksa untuk berpikir (menulis cerita), musik yang middle tempo ketika dipakasa untuk berbicara dan bit musik yang tinggi ketika merka harus aktif. Gelombang alaf bukan berarti anak harus diam jadi infikator anak dalam gelombanga alfa adalah ketika mereka bisa nyaman dengan dirinya dan informasi masuk ke otaknya.

Ke lima hal di atas merupakan senjata untuk guru untuk bagaimana memasukbna inforamsi ke dalam otak. Sehingga bisa menyesuaikan dengan konteks manajemen kelas, apa bila guru sudah pahan dengan teknik ini maka mereka akan dapat dengan mudah membuat suasana belajar lebih efektif.